Showing posts with label Sandiaga Uno. Show all posts
Showing posts with label Sandiaga Uno. Show all posts

Friday, August 10, 2018

Bisnis-bisnis Sandiaga Uno yang Menjadikannya Salah Satu Orang Terkaya


Jakarta - Belum genap satu tahun menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno akan kembali bertarung dipencalonan pemimpin. Kali ini dia akan maju sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Sebenarnya, nama Sandi di dunia politik baru terdengar saat akan maju Pilgub DKI Jakarta. Sebab sebelumnya, dia merupakan seorang pengusaha dengan segudang bisnis di berbagai bidang. Tak heran jika Sandi masuk dalam daftar orang-orang terkaya di Indonesia tahun 2018 di posisi 85. Berdasarkan laporan Globe Asia taksiran kekayaannya USD 300 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun. Berikut bisnis-bisnis Sandi:

1. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk


Saratoga Investama Sedaya merupakan perusahaan milik Sandiaga Uno. Pada perusahaan ini Sandiaga mempunyai 27,7 persen saham. Selain Sandiaga, pemilik Saratoga lainnya adalah Edwin Soeryadjaya dan Michael Soeryadjaya, dua anak William Soeryadjaya, pendiri Astra.

Pada tahun 2016, perusahaan ini menyumbangkan dividend sebesar 401 milliar ke pemegang saham. Saratoga juga menjadi perusahaan holding untuk berinvestasi ke perusahaan-perusahaan besar milik mereka lainnya.

2. PT Adaro Energy Tbk


Sandiaga Uno mempunyai banyak bisnis di berbagai sektor. Di antaranya adalah di sektor batu bara, PT Adaro Energy, Tbk. (ADRO). Sepanjang 2014, perusahaan ini mampu menghadapi situasi bisnis batu bara yang penuh tantangan. Dari produksi batu bara Adaro yang mencapai 56,2 juta ton, ADRO berhasil mencatatkan pendapatan senilai USD 3,3 miliar dengan laba bersih USD 183,5 juta.

3. PT Medco Power Indonesia


Sandiaga Uno juga memiliki bisnis pembangkit listrik yaitu PT Medco Power Indonesia (MPI). Perusahaan ini fokus pada sumber terbarukan. Pada tahun 2017 MPI berhasil mendapatkan pembiayaan sebesar USD 1,17 miliar untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Geothermal Sarulla berkapasitas 330 MW.

4. PT Gilang Agung Persada


Tahun 2014 Saratoga menanamkan investasinya di PT Gilang Agung Persada (GAP). Saratoga membeli 4,17 persen saham perusahaan busana tersebut. Nilai investasi yang ditempatkan sebesar USD 5 juta.

Deklarasi Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Disorot Media Asing

ilustrator Zaky Alfarabi/detikcom

Jakarta - Deklarasi Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak cuma heboh di dalam negeri. Deklarasi dua pasangan untuk Pilpres 2019 ini juga disorot media asing.

Salah satunya Reuters yang membuat judul 'Prabowo Subianto says to run again for Indonesian president in 2019 election' dan 'Indonesia president picks top cleric as running mate in 2019 election'. Artikel yang dimuat pada Kamis (9/8/2018) ini berisi tentang deklarasi kedua pasangan calon di Pilpres 2019.

Reuters, dalam artikel 'Indonesia president picks top cleric as running mate in 2019 election' menuliskan kalau Jokowi memilih Ma'ruf Amin, yang merupakan ulama berusia 75 tahun, sebagai cawapresnya. Dalam artikel itu juga disebut kalau Jokowi menyebut Ma'ruf sebagai tokoh agama yang bijaksana saat mengumumkan nama cawapresnya.

Sementara, dalam artikel berjudul 'Prabowo Subianto says to run again for Indonesian president in 2019 election' menjelaskan soal keputusan Prabowo untuk maju lagi di Pilpres 2019. Reuters juga menjelaskan soal Prabowo yang memilih Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.

Pemberitaan yang sama juga dimuat di sejumlah media asing lainnya. Antara lain, The Straits Times, serta Channel News Asia.

Prabowo Pilih Sandiaga Uno Jadi Cawapres 2019

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Sandiaga Uno saat acara pelantikan pengurus DPP APPSI di Jakarta, Selasa (22/3). Sandiaga Uno mengantikan Prabowo yang sebelumnya menjadi APPSI. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Jakarta - Siapa cawapres Prabowo Subianto di Pilpres 2019 akhirnya terjawab. Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu akhirnya memilih Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno untuk mendampingi dirinya bertarung melawan pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Kepastian nama Sandiaga didapat setelah Prabowo mengumumkan namanya pada malam deklarasi pasangan Prabowo-Sandiaga di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

"Tiga parpol PKS, PAN dan Gerindra telah memutuskan dan memberi kepercayaan kepada saya, Prabowo Subianto dan saudara Sandiaga Salahuddin Uno untuk maju sebagai calon presiden dan cawapres RI untuk masa bakti 2019-2024," ucap Prabowo dalam pidato deklarasi di Jalan Kartanegara Jakarta, Kamis (9/8/2018) malam.

Turut hadir di acara tersebut, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS Sohibun Iman, Amien Rais, Sudirman Said dan sejumlah petinggi partai koallisi.

Nama Sandiaga sudah beredar kencang dua hari terakhir sebagai cawapres Prabowo. Nama dia menguat mengalahkan nama-nama calon yang sudah lebih dulu beredar, seperti Ustaz Abdul Somad, Salim Segaf Al Jufri, dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Thursday, August 9, 2018

Ini Alasan Demokrat Tolak Sandi Cawapres Prabowo

Ferdinand Hutahaean. (Parastiti Kharisma Putri/detikcom).

Jakarta - Partai Demokrat (PD) menolak Sandiaga Uno jadi cawapres pendamping Prabowo Subianto. Alasannya, elektabilitas Sandiaga Uno rendah di berbagai lembaga survei.

"Kita kan dasar analisisnya lembaga survei tentu kawan-kawan semua pernah melihat lembaga survei. Nama Sandi kan rendah elektabilitasnya, artinya butuh perjuangan lebih keras daripada menyandingkan seseorang yang sosok elektabilitasnya lebih tinggi yaitu yang jadi pertimbangan kita," ucap Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (10/8/2018) dinihari.

Ferdinand juga mengatakan, Ketum Gerindra Prabowo Subianto memberikan alasan memilih Sandiaga. Prabowo disebut Ferdinand menyampaikan pasangan ini akan memenangkan Pilpres 2019.

"Ya Pak Prabowo sampaikan alasan ini kesepakatan dari teman-teman koalisi lain. Ya itu aja yang disampaikan dan beliau merasa yakin bahwa berpasangan dengan Sandiaga Uno eliau akan menangkan Pilpres 2019 nanti, itu aja," tutur dia.

Menurut Ferdinand, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) elektabilitasnya lebih tinggi dari calon lain. Apalagi elektabilitas Sandiaga masih dibawah AHY.

"Justru itu kalau kita lihat dari survei ada AHY, Gatot, Anies dan beberapa nama yang elektabilitasnya tinggi. Kita ingin menimang-menimang kalau Sandi jauh dibawah sekali," jelas dia.

Demokrat juga tak terlihat dalam deklarasi Prabowo-Sandiaga, menurut dia masih mempertimbangkan calon alternatif. Namun Prabowo lebih memilih deklarasi tersebut.

"Ya kita kan belum putus ya, karena komunikasi masih sama Pak Prabowo pertimbangkan untuk cari alternatif nama lain yang punya kemungkinan lebih besar ya tapi Pak Prabowo memutuskan untuk deklarasi. Kita tadi sudah dikasih tahu tapi kita belum bisa bersama-sama di sana pada saat deklarasi karena kita lagi kumpul," ujar dia.

Dikesempatan terpisah, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menilai sulit untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga. Sebab Demokrat sudah melakukan perhitungan dalam Pilpres 2019.

Alasan lainnya, Prabowo telah mengkhianati Demokrat dalam koalisi dan mencium aroma politik yang tidak sehat.

"Ketiga berdasarkan perhitungan kami bahwa kemungkinan menang di koalisi Pak Prabowo sangat kecil dan kami melihat Pak Prabowo tidak serius untuk menang dalam pilpres ini," tutur Andi.

Partai Demokrat juga akan melakukan rapat majelis tinggi untuk membahas arah koalisi pada Jumat (10/8) pagi. Demokrat bakal menentukan bergabung koalisi Prabowo atau Jokowi.

Gerindra DKI: Sandiaga Uno Mundur dari Wagub Besok Pagi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memberi sambutan sebelum penempelan stiker aman saji Asian Games 2018 di salah satu restoran di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (24/7). (Liputan6.com/Arya Manggala)

Jakarta - Ketua Umum Sekretariat Bersama Gerindra PKS PAN M Taufik mengatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga sudah bersiap-siap maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

"Iya kan kalau ngajuin surat pailit, kan siap-siap aja," kata Taufik saat dihubungi wartawan, Kamis (9/8/2018).

Ketua DPD Gerindra DKI itu mengatakan Sandiaga akan mengundurkan diri sebagai wakil gubernur besok pagi.

"Ya kalau mau nyapres kan musti mundur. Kalau mau daftar siang besok pagi mesti mundur," ucapnya.

Taufik menyebut kepastian apakah Sandi akan berduet dengan Prabowo baru akan diketahui malam ini, saat deklarasi di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara. Bila benar ia menjadi cawapres, maka pada Jumat pagi Sandi akan mundur dari DKI 2.

"Ya tergantung nanti malam (deklarasi) kalau dia cawapres ya mesti mundur kan pagi," kata Taufik.

Soal adanya kode PS-SU (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno) yang beredar, Taufik menilai inisial itu sudah cocok. "Cakep enggak? Mantep banget tuh ya," tandasnya.

Ajukan Surat Tak Pailit


Wakil Gubernur DKi Jakarta Sandiaga Uno hampir dipastikan maju dalam Pilpres 2019. Sandiaga telah mengurus surat pernyataan tidak sedang dalam kondisi pailit sebagai syarat menjadi calon presiden dan wakil presiden 2019.

"Sampai detik ini baru yang mengajukan adalah Pak Prabowo, Pak Jokowi, dan Pak Sandiaga Uno," ujar Humas PN Jakpus Bagian Niaga, Jamaluddin Samosir, saat dikonfirmasi Liputan6.com di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Ketua Umum PPP Romahurmuziy‏ dalam akun Twitter-nya telah memberi kode siapa yang akan maju pada pilpres akan mengurus surat Pernyataan Tidak Sedang dalam Kondisi Pailit.

"Yg ontran2, biarkan sampe besok membereskan rumah tangganya. Nah, klo skrng ingin tahu siapa cawapres @jokowi, datangilah PN Jakarta Pusat. Ceklah siapa yg ngurus "Pernyataan Tidak Sedang dalam Kondisi Pailit". Krn persyaratan ini tdk sebentar ngurusnya, dan besok harus masuk," tulis pria yang akrab disapa Romi ini dalam akun @MRomahurmuziy.